Sunday, December 27, 2015

S A K I T

Kalau cinta sudah datang
Waktu terasa berhenti
Dunia terasa milik berdua
Membuat dua insan merasa hidup
dalam keabadian

Tapi..
Kalau cinta itu pergi dan tak kembali
Waktu terasa pedih menusuk lara
Membuat mereka,
Atau salah seorang saja
Hidup dalam keabadian yang menyakitkan

-Nadine (28/12/2015)

Wednesday, December 23, 2015

#01

Aku merindu dalam hening menikmati luka, menyakiti diri sendiri karena telah memilikimu dalam sebuah kepergian...

Dan sekarang barulah aku menyadari,
Pada akhirnya, sesuatu yang cepat datangnya akan cepat pula perginya bukan?

-Nadine (24/12/2015)

P I N T U

Rindu ini masih sama
Masih bercerita tentangmu
Rindu tak dapat kucegah
Berceloteh ia tentangmu

Aku tak mengerti, kemana pergi hal indah yang telah kita lewati
Aku berubah? Ah, tidak
Kamu, mungkin kamu, iya kamu
Mungkin rasa bosan hinggap di sela sela mimpi indahmu
Lalu kau terbuai, oleh paras hati lain
Membuat langkahmu mantap pergi meninggalkanku

Ya tak apalah buat apa aku mencoba menahanmu
Toh kamu sudah bosan denganku
Pergilah, gapai mimpi indahmu itu

Rindu ini masih sama
Masih bertanya kemanakah engkau pergi
Rindu ini berisik menganggu asa
Ingin kau kembali dengan cerita indahmu

Cobalah, ketuk pintu mewah itu
Hadirlah sebagai tamu yang baik yang menyenangkan
Dan jika tak lah kau temukan apa yang kau cari,

Pulanglah
Ketuk kembali pintu sederhana milikku
Tentu kau ingat senyum hangatku yang menyambutmu
Aku janji akan tetap membuka pintu
Tak akan mengacuhkanmu ataupun membuang pintu di muka

Mau kau ketuk berapa puluh pintu mewah lain,
Pintu sederhana ku tetap disini
Menunggu kau pulang

Sebab aku, jatuh hati padamu


-Nadine (23/12/2015)

Tuesday, December 22, 2015

Miss me?

don't tell me you miss me. if not talking to me for a month doesn't make you feel empty. you don't miss me. if not hearing my voice for a year doesn't make you afraid you'll never hear my laugh again, you don't miss me. if not seeing me doesn't make your chest feels like it's falling in, you defiantly don't miss me. so if missing me means that you're okay with me leaving, don't consider me to be there in the first place.

-Nadine (22/12/2015)

Friday, December 18, 2015

M E M I L I K I

aku tahu aku tak memilikimu
dan barangkali tak akan pernah memilikimu
jadi amarahku ketika kau dengannya
tak patutlah aku rasakan

aku tahu kau pun tak memilikiku
dan sudah kodratnya aku tak meminta lebih
berlarut dalam kesedihan tidaklah ku boleh
setiap kali kau tak mengabari atau menelepon

apa yang ku rasa, tak pantasnya ku tunjukkan padamu
jadi saat kau disekitar, tak akan kuperlihatkan
aku tahu
tahu bahwa tak ada benarnya merasakan itu
tapi, bukan berarti aku tidak merasakannya

-Nadine (15/12/2015)

Paradigma Kehidupan

Kenapa blog saya judulnya "Paradigma Kehidupan" ya kamu tanya? Ya karena hidup ini memang penuh dengan paradigma, yang dimana di setiap paradigma akan ada paradoks. Haha apa sebenarnya arti dari paradigma? Well, ini yang saya dapat dari Wikipediacara pandang orang terhadap diri dan lingkungannya yang akan memengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif). Paradigma juga dapat berarti seperangkt asumsi, konsep, nilai, dan praktik yang diterapkan dalam memandang realitas dalam sebuah komunitas yang sama, khususnya, dalam disiplin intelektual.

Seperti yang tertera kan memang manusia masing-masing punya cara pandang sendiri-sendiri tentang hidup, bagaimana cara kita menjalani hidup, bagaimana cara kita menentukan hal mana yang kita suka dan hal mana yang kita tidak suka, bagaimana cara kita menentukan pilihan atas apa yang kita mau, dan sebagainya. Namun disinilah letak paradoks dalam kehidupan kita, manusia itu engga pernah tahu apa yang mereka mau. Karena terkadang, saya akan gunakan pengalaman saya sendiri disini, ya saya mengira saya tahu apa yang saya maui dan saya pun berusaha keras mendapatkannya karena saya kira itulah hal yang benar-benar saya mau tapi pada saat saya mendapatkan hal itu juga saya engga ngerasa apa-apa gitu cuma kayak ya yaudah saya dapat terus apa lagi dong? Nah kan dalam mendapatkan hal yang saya kira saya mau tadi, saya harus menentukan harus apa harus bagaimana kan juga diri kita sendiri yang nentuin. Tapi disini situasi kita engga tahu apa yang kita mau lantas tahu darimana ketentuan yang kita buat itu benar? 


Huaaaaah jika dibahas akan memakan berapa banyak halaman yang mutar-muter engga jelas ini? Yah intinya blog ini saya buat untuk membagi cara pandang saya terhadap dunia yang tidak adil nahi semua orang ini, pada kalian semua. Selamat membaca!

p.s.: Foto terkait adalah gambar oleh salah satu teman terdekat saya yang bernama Muhammd Aziz.

-Nadine (18/15/2015)

Thursday, December 17, 2015

S E S A L ?

apakah memang harus menyesal dulu baru kemudian bisa menghargai?
tiadakah terpikir penyesalan selalu datang belakangan?
jika sudah penyesalan itu datang barulah terpikir dan menyalahkan pribadi
mengapa tak dari hari kemarin?
ya, bodoh memang
terbiasa lengah tak menghargai
padahal bisa kapan saja diambil dari kita
barulah saat itu menyesal
sangat amat bodoh
manusia itu memang butuh menyesal untuk bisa menghargai
sampai tiba saatnya ada yang sadar
yang dihargai bisa saja sebenarnya yang menyesal
menyesal karena tak menghargai
apa yang telah diberi
akhirnya sekali dua terdiam akan gundah
bodoh sekali memang manusia itu

-Nadine (14/12/2015)

R I N D U

halo ini aku lagi, apa kau rindu padaku?
kita sudah tak pernah bicara selama beberapa minggu, eh sebentar maksudku tahun
apakah kau rindu padaku?
boleh dibilang aku merindukanmu, sangat

aku ingin mengirim pesan, meneleponmu
tapi aku tak punya keberanian untuk melakukannya
ya memang menyedihkan
sesal melingkupi
menyesal karena aku tak pernah memperjuangkanmu
tak sedikitpun sentuhan maupun kata

kita biasa pergi ke bar dimana kau
akan mabuk, kita akan berjalan jalan melewati sepinya
jalanan malam meneriaki rahasia rahasia yang tidak kita
inginkan prang lain mengetahui, selain satu sama lain

aku tak pernah ingin meninggalkanmu, mencoba pun tidak
nestapa hati ini
kecelakaanlah kita sebut, tanpa menyadari
maafkan kelakuanku, tapi kau tak peduli
kau punya
orang lain untuk melakukan hal yang sama
tapi bukan hal itu yang merasuki pikiranku
yang membikin aku nelangsa

kita tak pernah merasakan cinta
yah mungkin aku, lain halnya denganmu
tapi itulah tak terbalas
manusia terlalu sering bertepuk hanya sebelah tangan
hm kamu memang tak tahu aku 'merasa' seperti itu akan dirimu
tapi itu tidaklah penting sekarang
aku sudah melupakan itu
satu pintaku
bisakah?
bisakah kita memutar kembali waktu
dan menjadi seperti dulu?
sebelum kebodohanku muncul

-Nadine (16/12/2015)