Saturday, January 2, 2016

Bakar-bakaran

Suara terompet beradu dengan berbagai klakson kendaraan di pinggir jalan yang penuh dengan debu dan polusi tersebut, ditambah dengan efek asap ala panggung hiburan hasil dari bakar-bakar sate. "Abang-abang terompet ini lagi kejar deadline, lewat jam 12, bisa lakunya tahun depan lagi," ujar temanku, ditimpali dengan gelak tawa renyah kami. Kami, muda-mudi yang berkumpul selama masih ada waktu, mengelilingi pembakaran dengan senjata masing-masing. (re: majalah.) Lalu, mulai mengipaskannya.
Tiba-tiba terlintas memori tahun-tahun kejayaan dahulu, dimana duduk ngobrol di kantin lebih berharga daripada duduk di kelas memperhatikan guru.
Rasanya dulu tak perlu ada momentum maupun rencana untuk dapat duduk bersama seperti sekarang ini. Dulu hanya perlu meja cafe. Atau laptop dan beberapa keping DVD. Atau makanan gratis dari kantin!
Tapi, masa itu telah lewat, biarlah api bakar-bakaran ini menjadi saksi bahwa pertemanan kita lenih dari sekedar perayaan tahun baru yang hanya dirayakan setahun sekali.

Selamat tahun baru 2016 kawan! Semoga di tahun ini alih-alih menerima, mulailah memberi. Semoga ditahun ini hidupmu jauh dari kekosongan ya! Cheers :)

-Nadine (02/01/2016)

No comments:

Post a Comment